Tidaklah Allah ciptakan alam ini
dengan sia-sia. Selalu ada tujuan mulia dan senantiasa ada pelajaran berharga
dari setiap sosok makhluk. Kali ini cobalah sedikit rileks sambil mengambil
pelajaran dari Guru Bisu kita yaitu: “Air”
Ada sebait karya tutur dari master
Islamic shaolin yang sangat indah, menggambarkan pengajaran berharga dari GURU
BISU kita yaitu: AIR
Air bersifat mengalah, namun
selalu tidak pernah kalah
Air mematikan Api dan
membersihkan kotoran
Kalau merasa sekiranya akan
dikalahkan,
air meloloskan diri dalam
bentuk uap dan kembali mengembun.
Air merapuhkan besi sehingga
hancur menjadi abu
Bilamana bertemu batu karang,
dia akan berbelok untuk kemudian meneruskan perjalanannya kembali.
Air membuat jernih udara
sehingga angin menjadi mati
Air memberikan jalan pada
hambatan dengan segala kerendahan hati.
Karena dia sadar bahwa tak ada
suatu kekuatan apapun yang dapat mencegah perjalanannya menuju lautan.
Air menang dengan mengalah,
dia tak pernah menyerang
namun selalu menang pada akhir
perjuangannya.
~Master Saeho-Master Lan She
Lung the Islamic Shaolin Kung Fu~
Air bisa tersebar dimana-mana di
seluruh daratan bumi ini, di dalam tubuh manusia, di dalam pohon dan disegala
jenis makhluk. Tetapi ia memiliki tujuan yang jelas yaitu “Laut”. Pasti semua
bergerak dan mengalir ke laut,
|Tujuannya jelas, cita-citanya kuat. Inilah pelajaran pertama dari sang guru kita dalam kebisuan kata-kata|
Gerakannya tegas mengarah ke
tujuan, langkahnya pasti menuju lautan. Ia turun dari gunung melalui jalur
darat yang terjal, ia membuka hambatan-hambatan dengan penuh kelembutan,
kesabaran dan keuletan. Jika ia bertemu batu cadas yang keras, ia berkelok ke
pinggirnya, jika dipinggirnya juga batu keras… “ow… ia tertawan!..”
Air tak pernah menyerah, ia
bergerak secara laten (rahasia), menembus pori-pori batu mencari celah jalan
walau hanya sebesar lubang jarum atau lebih kecil dari itu. Merembes terus
menelusuri lorong-lorong mikro kecil si batu keras yang menawannya, sehingga
muncul mata air, air keluar dari bebatuan atau dari tanah-tanah subur.
|Sungguh perjalanan yang tak mudah dibaca dari rupa air yang lembut tetapi berhati kuat, tegas menuju cita-cita|
Jika sang batu tak bisa ditembus,
karena sang batu berhasil merapatkan dan memadatkan dirinya, tak sdikitpun
memberi peluang air untuk merembes menerobos pertahanannya. Maka, sang air akan
dengan sabarmenunggu kawanan air lain datang berkumpul, bersekutu menghadapi
kepungan batu keras tadi. Jika sudah terkumpul, maka ia lampaui batu keras ke
atasnya dengan tenang tanpa menghancurkan batu keras tersebut.
Namun jika tidak bisa dilampaui,
kadang sang air berubah menjadi uap, bersekutu dengan sang surya. Naik ke atas
namun tidak untuk menuju matahari, ia hanya sekedar menebar di udara menjadi
titik-titik uap yang berserakan untuk kemudian menjatuhkan diri dengan lembut
menjadi embun karena tujuannya adalah laut.
Tapi jika sang surya tidak bisa
dijadikan sekutunya maka ia bergerilya untuk melubangi batu keras itusecara
perlahan-lahan namun pasti. Tercipta rembesan-rembesan ciptaan air, bukan
lubang kecil bawaan sang batu. Tapi jika tidak bisa juga, lantas? Ia basahi…
basahi… basahi… batu itu agar menjadi rapuh.
Kadang sang batu terlalu kuat.
Lantas bagaimana sang air? Apakah ia frustasi? Patah semangat? Kehilangan
orientasi menuju tujuannya? Tidak! tak ada kata menyerah kalah bagi sang air,
ia teramat kukuh kuat memegang komitmen dan menuju cita-citanya.
Sepertinya lembut, sepertinya
lemah, seperti mengalah, namun sesungguhnya ia kuat, lebih kuat daripada batu
atau baja yang mengepung dan menawannya.
Ia akan menampakkan kekuatan
dengan sesungguhnya, ia hancurkan batu besar yang menawannya, ia jebol
pertahanan sang batu, “luar biasa!”
Kadang ia dipaksa membeku menjadi
es. Namun pada waktunya ia bergerak mencair kembali. Rupanya kekerasan dan
kelembutan tak sanggup menahan gerak laju sang air yang berkeras menuju
cita-cita perjalanannya.
Ia lembut namun tak bisa ditusuk,
tak bisa dipatahkan, tak bisa dihancurkan dengan kekuatan apapun.
Dia tetap eksis walau dengan
berubah wujud, kadang cair, bisa jadi padat (es), bahkan juga bisa bersenyawa
dengan udara menjadi uap.
Dia dinamis dan fleksibel dalam
wujud namun identitasnya tetap, eksistensinya tetap “Air”
Formasinya juga fleksibel, jika
ditampung dalam botol akan membentuk botol, jika ditampung dalam gelas akan
membentuk gelas.
Dalam tubuh manusia, air akan
keluar dalam format darah, keringat, nanah dan air mata.
Sesuatu flesibilitas yang
melelahkan tapi sanggup dijalani demi mencapai cita-cita.
Fleksibel dalam format,
dinamis dalam gerak, tetapi tetap eksistensinya dan tetap identitasnya.
Ya Allah Sucikanlah dosaku dengan
Air, Salju dan Embun!!!
~Allahummagsilnii Bil maai Wa
Tsalji Wal Barodi~
***
Sumber:
Majalah ~AMANU~
Edisi 01
di lembar: HIKMAH
(hal.12-14)
By:
Abah wildan
Bagi yang tertarik untuk membeli,
berlangganan atau menjadi agen pemasaran majalah AMANU
Bisa menghubungi bagian Iklan dan
Pemasaran: (Iyan: 022-933.954.34 | 022-7789.9991)
Email: bismirabbikpress@gmail.com
Atau bisa inbox
ke:
Akun fb saya : Liyan Futiha Nury
Akun G+
saya : Liyan Futiha Nury
Atau blog
personal saya: http://perjalanan-semesta.blogspot.com
INFAQ:
Pulau
jawa : @ Rp. 15.000
Luar
jawa : @ Rp. 17.500
Malaysia : @ RM 10.00
Harga di atas belum
termasuk ongkos kirim




3 komentar:
Subhanalloh....Maha kuasa Allah yang telah menciptakan air..:)
Assalamualaikum teh liyan
apa kabarmu?
sudah lama aku tak singgah dirumahmu. :)
Wa'alaikumsalam mas banyu... Alhamdulillah kabar disini baik-baik saja.
Bagaimana kabarmu disana?
Iyaaa samaa.. sayapun udh jarang BW ni..
Posting Komentar