![]() |
| google image |
Menulis adalah mengikat makna. Ia merupakan ruang eksistensi dan transformasi pribadi seseorang. Menulis tak hanya membutuhkan
waktu namun juga membutuhkan ruang. Bagi saya ide yang mengalir terkadang
menyeruak tak dapat dibendung, ia tercecer acak di ruang-ruang pribadi yang
bernama catatan, kronologi atau wall... adakalanya ia membutuhkan ruang lebih
luas dan umum yang bernama blog atau web. Ini adalah proses mengikat makna yang
menakjubkan.. Saat ceceran kata-kata itu dirangkai menjadi sebuah tulisan, ia
bukan saja bertransformasi menjadi beragam kisah dan warna kehidupan, namun
ternyata ia juga dapat menghidupkan rasa, asa dan impian-impian bagi
penulisnya. Bahkan menurut sebuah penelitian, menulis dapat meningkatkan daya
ingat, penalaran dan juga kemampuan memahami konsep. Selain itu pengaruh menulis
juga sangat signifikan baik terhadap kesehatan fisik maupun mental. So, banyak banget
deh manfaat dari menulis.
Ide menulis bisa apa aja, akan
tetapi sebuah ide terkadang tidak muncul begitu saja, baik itu menulis fiksi
maupun non fiksi, terkadang ia mesti dipancing keluar, dan Setiap orang
memiliki style yang berbeda untuk mengeluarkan ide-ide mereka. Dan bagi saya sedikit
keusilan dapat memancing ide untuk menulis, seperti memotret dengan ‘menangkap
basah’ teman-teman… ketika mereka sedang serius saat mengikuti sebuah rapat
misalnya, ada yang sambil gigit-gigit ballpoint atau gigit-gigit kuku, memainkan
ujung kerudung, bahkan ada yang sambil ngupil hehee… hal ini dapat mengenali
sebuah kondisi individual seseorang saat dalam kondisi tertentu. Keusilan saya
lainnya adalah bermain-main dengan perasaan dan menangkap basah emosi seseorang,
ufs.. (yang ini jangan ditiru yak!:D). Pernah saat salah seorang ponakan
menangis karena mainannya diambil anak tetangga, iseng ditakut-takutin bahwa
mainan itu gak bakal dibalikin dan walhasil bikin nangisnya tambang kenceng
hehee… dan kadang-kadang lainnya adalah SKSD alias sok kenal dan sok dekat..*eh
^.^, kita akan dapat mengenali berbagai karakter bahkan ideologi seseorang saat
menghadapi situasi tertentu, yang terkadang saya lakukan juga adalah mengacuhkan
teman yang kepingin curhat, dan sungguh hal mendebarkan saat menantikan surprise
dari respon mereka, yang ujung-ujungnya setelah ketauan saya cuma pura-pura
langsung kena timpuk, atau kena cubit… hasyahhh… mengeluarkan ide tulisan memang
butuh pengorbanan yak, hehee… glekk! :3
Melakukan perjalanan dan
mengamati kehidupan disekitar kita dapat juga menjadi pematik ide, ketika saat
diperjalanan misalnya, melihat anak-anak funk bergerombol di salah satu sudut
lampu merah, disisi lainnya berkumpul lelaki ‘anggun’ dengan dandanan perempuan…
ini akan membersitkan sebuah tema tulisan di kepala kita, hal sederhana lainnya
utk mengungkit ide adalah dengan mendengarkan musik/ lagu, menonton film,
memandang alam, bahkan saat membuka dan menutup jendela kamar. Hanya menatap langit
malam, subuh, senja atau tengah hari juga dapat memunculkan ide. Pokoknya banyak
hal untuk dapat menuangkan sebuah ide tulisan. Dan tentu saja ia membutuhkan
ruang utk meletakkannya. Karena untuk sebuah ruang yang luar biasa kita akan
menemukan subjek, tokoh, karakter, place happening, plot, klimaks dan ending
sebuah cerita. So.. let’s go for happy write. :))

2 komentar:
Seperti hadis judulnya y... Terima kasih sharingnya...
Salam kenal dari Pulau Dollar
Akur, dan bisa untuk mencari [makna] juga. Dan iya, bisa dari mana/apa saja—itu yang korek hidung kalau terus bisa jadi cerita detektif yang menegangkan sepertinya syik juga. :D
Posting Komentar