My Space

Perjalanan mengukir arti hadir kita. Berbekal pendengaran, penglihatan dan hati, mari kita belajar untuk bersyukur. Seperti kisah sebutir embun yang hadir menyejukkan semesta

.

.

Menulis, Mengikat Makna

Sabtu, 14 Juni 2014



google image

Menulis adalah mengikat makna. Ia merupakan ruang eksistensi dan transformasi pribadi seseorang. Menulis tak hanya membutuhkan waktu namun juga membutuhkan ruang. Bagi saya ide yang mengalir terkadang menyeruak tak dapat dibendung, ia tercecer acak di ruang-ruang pribadi yang bernama catatan, kronologi atau wall... adakalanya ia membutuhkan ruang lebih luas dan umum yang bernama blog atau web. Ini adalah proses mengikat makna yang menakjubkan.. Saat ceceran kata-kata itu dirangkai menjadi sebuah tulisan, ia bukan saja bertransformasi menjadi beragam kisah dan warna kehidupan, namun ternyata ia juga dapat menghidupkan rasa, asa dan impian-impian bagi penulisnya. Bahkan menurut sebuah penelitian, menulis dapat meningkatkan daya ingat, penalaran dan juga kemampuan memahami konsep. Selain itu pengaruh menulis juga sangat signifikan baik terhadap kesehatan fisik maupun mental. So, banyak banget deh manfaat dari menulis.

Ide menulis bisa apa aja, akan tetapi sebuah ide terkadang tidak muncul begitu saja, baik itu menulis fiksi maupun non fiksi, terkadang ia mesti dipancing keluar, dan Setiap orang memiliki style yang berbeda untuk mengeluarkan ide-ide mereka. Dan bagi saya sedikit keusilan dapat memancing ide untuk menulis, seperti memotret dengan ‘menangkap basah’ teman-teman… ketika mereka sedang serius saat mengikuti sebuah rapat misalnya, ada yang sambil gigit-gigit ballpoint atau gigit-gigit kuku, memainkan ujung kerudung, bahkan ada yang sambil ngupil hehee… hal ini dapat mengenali sebuah kondisi individual seseorang saat dalam kondisi tertentu. Keusilan saya lainnya adalah bermain-main dengan perasaan dan menangkap basah emosi seseorang, ufs.. (yang ini jangan ditiru yak!:D). Pernah saat salah seorang ponakan menangis karena mainannya diambil anak tetangga, iseng ditakut-takutin bahwa mainan itu gak bakal dibalikin dan walhasil bikin nangisnya tambang kenceng hehee… dan kadang-kadang lainnya adalah SKSD alias sok kenal dan sok dekat..*eh ^.^, kita akan dapat mengenali berbagai karakter bahkan ideologi seseorang saat menghadapi situasi tertentu, yang terkadang saya lakukan juga adalah mengacuhkan teman yang kepingin curhat, dan sungguh hal mendebarkan saat menantikan surprise dari respon mereka, yang ujung-ujungnya setelah ketauan saya cuma pura-pura langsung kena timpuk, atau kena cubit… hasyahhh… mengeluarkan ide tulisan memang butuh pengorbanan yak, hehee… glekk! :3

Melakukan perjalanan dan mengamati kehidupan disekitar kita dapat juga menjadi pematik ide, ketika saat diperjalanan misalnya, melihat anak-anak funk bergerombol di salah satu sudut lampu merah, disisi lainnya berkumpul lelaki ‘anggun’ dengan dandanan perempuan… ini akan membersitkan sebuah tema tulisan di kepala kita, hal sederhana lainnya utk mengungkit ide adalah dengan mendengarkan musik/ lagu, menonton film, memandang alam, bahkan saat membuka dan menutup jendela kamar. Hanya menatap langit malam, subuh, senja atau tengah hari juga dapat memunculkan ide. Pokoknya banyak hal untuk dapat menuangkan sebuah ide tulisan. Dan tentu saja ia membutuhkan ruang utk meletakkannya. Karena untuk sebuah ruang yang luar biasa kita akan menemukan subjek, tokoh, karakter, place happening, plot, klimaks dan ending sebuah cerita. So.. let’s go for happy write. :))

2 komentar:

IQROZEN mengatakan...

Seperti hadis judulnya y... Terima kasih sharingnya...

Salam kenal dari Pulau Dollar

Anonim mengatakan...

Akur, dan bisa untuk mencari [makna] juga. Dan iya, bisa dari mana/apa saja—itu yang korek hidung kalau terus bisa jadi cerita detektif yang menegangkan sepertinya syik juga. :D

Posting Komentar

Zeal*liyanfury. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Post

 
yiruma my memory

Music player by mp3juices