Diam-diam
aku merindukan jarak, menempuh roda waktu dalam tarian semesta... dan
kembali merasakan serpih getar asa di kilometer bernama Sejarah.
Kenangan itu ibarat cermin, kita berkaca di bening dan buramnya... meski
tanpa ditulispun ia serupa buku, lembar demi lembar terbuka saat kita
mengingatnya. Ah, apakah ini saatnya membuka halaman baru dalam episode
rindu?
***
Tentang -aku- si pencinta embun pagi, perindu rintik hujan, si pengagum senja, selalu terpana menatap bentang langit yang berdiri kokoh tanpa penyangga. Aku, yang tak lebih dari butiran debu di sebuah titik bernama bumi.
Salam Semesta, My Space:
![]() |
| me |

2 komentar:
just wow.......
saya boleh koementar di page ini :D
blog baru ya?
eh, ada bang moerad... ^_^
iya blog baru ni. just to hope load a new atmosphere :)
Posting Komentar