Disana, dalam waktu yang tak pernah kita duga.. padanya tersimpan rencana-rencanaNya yang tersusun indah, dan jika kita bisa melihat lebih jauh ke dalam makna syukur.. ia seperti benih-benih rindu yang telah dihadirkan dan disemaikan teruntuk spesial bagi diri kita, hingga kita dapat memetiknya bila telah tiba saatnya berbuah. Dalam melodi rindu yang terpelihara, seperti itulah jarak itu kini tak lagi berarti..
Disini,
dalam naungan waktu yang Dia gulirkan atas nama cinta.. rinai hujan membasahi
semesta, membasahi relung hati kita dan bertutur mesra tentang basahnya
jalanan.. tentang luruhnya kobaran debu, hingga tersesap aroma tanah
yang menebarkan harum medan juang kehidupan. Demikian uluran tanganmu menyambut
asa dalam genggaman kasih sayangNya demi sebuah makna kesungguhan.
Dan
untuk kembali menapaki jejak rindu, kini terhampir jejak dirimu datang
bergulir disisi langkah ini.. menyempurnakan jejak-jejak dibelakang sana
yang penuh liku. Kini di sini.. dari tempat kita berdiri, betapa liku-liku itu tampak
terpeta dengan sangat indah.. dan bila berkenan, jika saatnya tiba kita
bisa menyebutnya dengan, “jarak semesta cinta yang tak lagi berjarak.”
Sekali lagi, untuk sebuah notasi rindu yang melingkar dijariku.. Terimakasih.


0 komentar:
Posting Komentar